Senin, 21 Juli 2014

NAFAS RANTAU



angin malam di bulan ramadhan menyapa sanubari
bermandi cahaya penghapus gelap sudut relung hati
berkomit nafas lantunkan ayat ayat sabda Ilahi
bersimpuh tafakur iklas pasrahkan segenap diri
damai dalam belaian tangan Sang Maha Suci
hari raya suci menjelang tiba
hati merindu akan kasih jemari keriput bunda
yang setia menjaga cinta nun jauh disana
yang tak lekang digerus taring sang masa
pada kasih sang putera
atas sayang buah hati mendamba
yang terpisah jarak sekian lama
nafas nafas rantau
yang teguh kokoh menyeberang pulau
tinggalkan tanah halaman bunda di ujung cakrawala
menggapai impian sang pelangi di tanah kota
demi satu cita cita
yang membara selalu di dada
nafas nafas rantau kota
waktu telah tiba memintamu ayunkan langkah masa
kembali merajut impian pulang ke kampung desa
yang kaya akan cahaya hangat mentari di ufuk timur raya
surau menanti kumandang adzan dirimu yang lama tiada
disana
tersimpan hati yang merindu akan cinta
pada tanah tanah subur nan kaya raya
pada laut dan pantai yang indah mempesona
pada rajakaya yang menghidupi saudara bersahaja
kapan engkau akan menyentuhnya?
dengan nafas cinta yang sekian lama kau bawa ke kota?
angin malam di bulan ramadhan menyapa sanubari
bermandi cahaya penghapus gelap sudut relung hati
berkomit nafas lantunkan ayat ayat sabda Ilahi
bersimpuh tafakur iklas pasrahkan segenap diri
damai dalam belaian tangan Sang Maha Suci
***
“Selamat Mudik bagi sahabat-sahabat perantau. Damai di kota damai di kampung halaman.”
                                                         SUARA KECEWA Mpa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar