Kamis, 26 Juni 2014

lumrahnya hidup



Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah,Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya,karena Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman dalam suka dan duka,dihibur-disakiti,diperhatikan-dikecewakan,didengar-diabaikan,dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian,namun Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan,justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya karena Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
 Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian,pertolongan dan pernyataan kasih dari orang lain,tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya,karena didasari juga dengan kerinduan,karena Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis,Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
 Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan,namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya,Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:
1.     Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2.     Ketidakterbukaan
3.     Kehilangan kepercayaan
4.     Perubahan perasaan antar lawan jenis
5.     Ketidaksetiaan.
 Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya,Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri,Dalam masa kejayaan,teman-teman mengenal kita,Dalam kesengsaraan,kita mengenal teman-teman kita.
 Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan,Siapa yang berada di samping anda? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai?Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu pun yang dapat anda berikan?
Merekalah sahabat-sahabat  anda,Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
================================================================================

Topeng  Dalam  Cermin

      Cermin adalah untuk melihat fisik dirimu, tapi setiap kaliku bercermin, aku merasakan aku bukanlah aku.. aku bukanlah diriku.. aku bukanlah sebaik yang orang lihat, sesungguhnya dalam hatiku aku sangat berbeda..

 Aku melihat di cermin hanyalah sebuah topeng dengan segala atribut yang kupakai. Aku sedih karena aku bukanlah aku
Kealiman yang orang pikir tentang diriku selama ini ternyata membuat diriku tetap menjadi topeng jika sikapku tidak berubah dari kekotoran hati dan sikap yang tak tampak oleh luar. Ku melihat topeng dalam cermin..
 Aku ingin membuang topeng ini, tapi aku yakin bahwa tidak ada seorangpun yang bisa melepaskannya kecuali diriku sendiri. Semuanya berawal dari diriku dan harus diakhiri dari diriku juga.
Ketulusan hati, keinginan kuat untuk berubah, ingat akan akibat yang akan kupertanggungjawabkan kelak sebagai diriku,yang hanya mampu melepaskan topeng itu.Aku berharap dilain kali aku bercermin aku tidak lagi melihat topeng tetapi wajahku.  
  Moga kita semua nanti bisa bercermin dengan cermin dan wajah yang tidak menipu dri…..  setidaknya kita tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama untuk kedua kalinya,
moga Allah memaafkankku atas kesalahanku…., kesalahanmu…..dan kesalahan kita semua yang selama ini tertutup oleh topeng….
                                  topeng…topeng….topeng!!!!!!!                                                                           
 karena aku yakin didalam setiap kejadian ada mutiara hikmah yang sangat besar dan bersinar untuk diriku maupun dirimu, dan diri-diri yang lain, mungkin kita tidak akan melihat topeng lagi tetapi justru Putri atau Pangeran Dalam Cermin... 
  menjaulah dari diriku…, dari dirinya.., dan dari diri-diri yang lain  agar diriku…,diriny…, diri-diri yang lain mienjadi diri yang sebenarnya.
 ==========================================================================

Yang Tersisa dari Kepingan Jiwa


Disegala kelemahanku
Diantara bulu sayap anganku yang terbakar
Disisi rapuhnya kerangka jiwaku
Disela keruntuhan egoku
Disudut ruang dan waktu yang membelenggu jasadku

Kumerintih, memelas, meminta,
Memohon, bersujud, berdoa dan bermunajat
Kepada yang memiliki segala kekuatan
Kepada yang meniupkan roh-Nya
Kepada yang meliputi segala dan tiada terbatas
Kepada yang Maha tunggal, tiada terserupai
Kepada yang menciptakan ruang dan waktu
Kepada yang tiada mampu tersifatkan
Oleh mereka yang tersifatkan

Berharap Engkau membuka gerbang nuraniku
Yang ditutupi oleh lapisan dosa yang berlapis-lapis
Hingga tiada mampu pantulkan cahaya-Mu
Yang Engkau pancarkan kepada segala ciptaan-Mu

Kebodohanku menjerumuskan aku pada lembah kenistaan
Oleh hanya kebisuan, ketulian dan kebutaanku akan ada-Mu
Kedurhakaanku membutakan aku pada kasih dan sayang-Mu
Oleh hanya godaan si laknat dan terlaknat
Keangkuhanku dari jiwaku yang telah membatu
Oleh hanya sekelumit nikmat-Mu

Membuatku terlupa pada keagungan-Mu
Masihkah Engkau menganggapku hamba-Mu ?
Ataukah Engkau berpaling,
Sambil menyiapkan azab-Mu tanda kemurkaan-Mu
Kepada aku yang tertutupi kedurhakaan ?

Jika Engkau berpaling dan murka
Pada siapa ku meminta keselamatan selain Engkau wahai sang Maha Pengasih ?
Pada siapa ku memohon kedamaian selain Engkau wahai sang Maha Penyayang ?
Pada siapa ku berharap belas kasih dan keridhaan selain Engkau wahai sang Maha Mutlak ?

Adakah yang lebih indah selain kelembutan-Mu ?
Adakah yang lebih mulia selain keagungan-Mu ?
Adakah yang lebih nikmat selain anugerah-Mu ?
 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar